Anggota komisi VIII DPR-RI, Lisda Hendrajoni https://potretdaerah.com/ mengatakan, Pandemi Covid-19 yang melanda negara kita telah membuat rentang waktu berkumpul orang tua bersama anak menjadi panjang, mestinya anak merasa aman dan nyaman tapi sebaliknya tingkat kekerasan seks terhadap anak justru semakin meningkat.
Tanpa menguraikan angka peningkatannya, Lisda menyatakan bersukur Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) menjadi Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) kini sedang serius dibahas di DPR.
“Dengan disahkannya nanti RUU TPKS itu menjadi UU kita berharap tingkat kekerasan dan seks terhadap anak dan perempuan menjadi menurun, ” kata Lisda Hendrajoni dalam dialog khusus bersama Padang TV yang disiarkan secara Live Selasa kemaren (19/10/2021).
Anggota komisi VIII DPR-RI dari partai NasDem yang sudah sangat femiliar dan menjadi Bunda Pesisir Selatan, dan daerah pemilihannya di Sumbar, bahkan namanya akhir akhir ini telah femiliar ditingkat nasionsl.
Lisda beberapa hari ini berada di Sumbar memanfaatkan masa resasnya. Kemeren selama 2 hari di Pesisir Selatan menjemput aspirasi dan membawa program serta bantuannya untuk Pesisir Selatan dan daerah lainnya di Sumbar sekaligus mensosialkan RUU TPKS.
“Saya bertemu dengan ibu ibu, para tokoh masyarakat dan ninik mamak serta alim ulama mensosialkan bagaimana kekerasan rumah tangga terhadap ibu dan anak ini semakin diminimalisir, ” ucapnya.
Hari ini Bunda Lisda akan ke Mentawai selama beberapa hari disana, setelah itu akan kembali ke Padang dan mengadakan safari ke beberapa daerah pemilihannya baru kemudian kembali ke Jakarta.
Mantan pramugari pesawat Kepresidenan yang kini sadang menyelesaikan Program pendidikan doktor itu juga mengapresiasi lomba cerdas Al Quran di Sijunjung.
“Semoga anak anak Bunda kelak bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah berguna bagi masyarakat, ” katanya berharap
Terkait pelaksanaan vaksinasi di Sumbar yang kini capaian masih 40 % , Bunda Lisda berharap agar semua pihak bisa ikut serta dalam upaya pecapaian target vaksin menjadi setidaknya 70% agar tercipta Herd immunity di Ranah Minang.