Evolusi Tren Fashion Remaja Berdasarkan Dekade

Evolusi Tren Fashion Remaja Berdasarkan Dekade

1) Devi (Never Have I Ever)
Meski termasuk salah satu murid kutu buku dan bukan kalangan populer di sekolahnya, cara berpakaian Devi Vishwakumar begitu mencuri perhatian.

Ia kerap mengenakan kaos yang dimasukkan ke dalam celana atau rok.

Devi juga kerap melengkapi penampilannya dengan jaket atau kardigan dan sepatu oxfordnya.

Gaya fashion Devi cocok bagi Kawan Puan yang tidak begitu menyukai gaya yang terlalu feminin.

2) Lara Jean (To The Boys I Loved Before)
Bagi Kawan Puan yang menyukai gaya fashion feminin, kalian bisa meniru gaya Lara Jean saat berperan di film serial Netflix To The Boys I Loved Before.

Rok mini, flat shoes, kardigan, sweater, dan kaos kaki panjang selalu menjadi ciri khas penampilannya.

Lara Jean juga melengkapi penampilannya dengan memakai bando di kepala agar terlihat cantik.

3) Jessica (13 Reason Why)
Gaya berpakaian Jessica memang seperti orang kuliah tapi Kawan Puan yang berusia remaja bisa meniru gaya fashionnya.

Pada dasarnya gaya fashion yang dipakai Jessica sangat universal sehingga bisa dipakai semua kalangan.

Jessica kerap memakai celana jeans dan kemeja.

Ia kerap memadupadankan penampilannya dengan tas fancy dan sepatu boots.

4) Quinn (Work It)
Dalam film ini, Sabrina Carpenter berperan sebagai Quinn Ackermen, remaja yang optimis dan penuh mimpi.

Kawan Puan bisa meniru salah satu inspirasi outfitnya saat memakai gaun bermotif bunga-bunga yang dikombinasikan dengan jaket jeans dan sepatu ankle boots.

Jika Kawan Puan menyukai gaya fashion yang feminin namun terlihat unik, gaya Quinn sangat cocok untukmu.

Masih banyak gaya fashion Quinn di dalam film ini yang bisa Kawan Puan jadikan inspirasi.

5) Claudia Kishi (The Babby-Sitters Club)
Gaya fashion Claudia Kishi yang merupakan tokoh dalam serial Netflix The Baby-Sitters Club Reboot, sangat cocok sekali dipakai oleh kalangan remaja.

Meski terlihat menggunakan banyak aksesoris dan ramai, tapi gaya Claudia cocok dipakai di rumah saja.

Jumpsuit nyaman dan kardigan selalu jadi pilihan Claudia Kishi.

Tak lupa, ia mempercantik penampilannya dengan menggulung rambutnya ke atas.

Inti dari artikel ini adalah apabila anda menyukai budaya luar sebaiknya anda lebih menyukai budaya sendiri karena budaya kita menyangkut nilai-nilai luhur kita dan mencakup juga nilai perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia. Kita sebagai rakyat Indonesia yang tercinta haruslah cinta akan buadaya kita sendiri. Boleh saja menyukai budaya luar asalkan dapat menghilangkan sifat westernisasi, karena sifat itu berbahaya bagi keutuhan nilai dan norma budaya kita. Bagaimiana caranya? Tentu dengan hal-hal sederhana seperti mendalami nilai-nilai adat dalam buadaya daerah kita, atau lebih baiknya budaya daerah lain dan menancapkan sifat cultural sensitivity dan cultural awareness. Dengan adanya sifat tersebut saya yakin budaya kita dapat menjadi lebih baik dari budaya luar dan akan lebih banyak orang luar yang ingin mempelajari budaya kita.

OOTD : point break store