Realme Akan Janjikan Isi Energi Atau Batrei HP Hanya waktu 5 Menit Berkat Teknologi Terupdate

Realme menjanjikan pengisian energi pesat smartphone-nya cuma dalam waktu 5 menit. Hal ini berkat teknologi fast charging 300W yang dikembangkan perusahaan.

Mengutip Gizchina, Senin (10/6/2024), Realme memang konsisten merintis solusi pengisian energi pesat di industri smartphone.

Kepala Pemasaran Realme Global Francis Wong menegaskan, dikala ini perusahaan mengembangkan dan menguji teknologi pengisian energi pesat 300W.

Kalau berhasil diimplementasikan, menurutnya, Realme akan jadi penggagas dalam hal kecepatan pengisian energi smartphone.

Sekadar isu, perjalanan Realme menghadirkan pengisian ktnailssalon.com energi pesat diawali pada 2021. Dikala itu Realme perkenalkan teknologi DartCharge 65W yang diimplementasikan pada smartphone GT Master Edition.

Teknologi hal yang demikian mengurangi waktu pengisian energi menjadi 33 menit untuk smartphone dengan baterai 4.300mAH.

Lalu, di tahun 2022, Realme meluncurkan GT Neo 3. Seluler ini disokong pengisian energi 150W yang diklaim sanggup mengisi energi smartphone 4.500mAh dari 0-50 persen cuma dalam 5 menit.

Berikutnya, Realme GT Neo 5 dirilis pada 2023. Perangkat ini hadirkan pengisian energi 240W yang memungkinkan pengguna isi energi cuma dalam kurang dari 10 menit.

Memperhatikan perkembangan inovasi di atas, cukup masuk nalar jika penerus GT Neo 6 akan jadi smartphone pertama dengan dukungan teknologi pengisian energi 300W.

Terkait dengan pengisian energi 300W, Wong menceritakan, waktu pengisian energi akan menarik, diperkirakan smartphone dapat menempuh 50 persen dalam kurang dari 3 menit. Sementara pengisian penuh cuma butuh sekitar 5 menit.

Upaya Hindarkan Overheating
Sedangkan demikian itu, kecepatan pengisian energi yang lebih pesat sering kali diiringi potensi kelemahan.

Salah satu kekhawatiran utamanya ialah kemungkinan overheating yang berdampak negatif pada kesehatan dan umur baterai.

Untuk menghindari risiko ini, Realme perlu menggabungkan solusi pendinginan seperti ruang uap atau vapour chamber.

Kendati demikian, pemakaian mekanisme pendinginan ini berpotensi untuk menyebabkan peningkatan biaya produksi smartphone.

Kalau teknologi hal yang demikian berhasil diterapkan, akan sangat signifikan dalam industri smartphone. Penemuan ini juga dapat secara drastis mengurangi waktu pengisian energi.