ITB Memberikan Akses Pendidikan Yang Berkualitas

ITB Berkomitmen Berikan Akses Pendidikan Berkualitas

Institut Teknologi Bandung (ITB) berkomitmen memberi tambahan akses pendidikan yang berkualitas bagi semua mahasiswa. Untuk mendukung tujuan mulia tersebut, ITB dituntut untuk selamanya mematuhi keputusan peraturan perundangan-undangan sebagai wujud kepatuhan ITB atas pelaksanaan azas akuntabilitas didalam penyelenggaraan pendidikan.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), negara melalui Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013 tentang statuta ITB, memberi tambahan otonomi didalam 3 (tiga) bidang, yaitu pengelolaan program studi, pengelolaan pegawai, dan pengelolaan keuangan secara mandiri. Dalam perihal tersebut, pengaturan tentang besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai suatu wujud kebijakan otonom yang bersyarat. Disebutkan bersyarat sebab penetapan peraturan besaran UKT selanjutnya harus berkonsultasi bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi.

Selanjutnya sebelum akan terbitnya Peraturan Menteri recisfmmjambi.com Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024, dasar hukum acuan Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun 2020. Pada Pasal 9 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun 2020, disebutkan bahwa mahasiswa harus membayar UKT secara penuh pada tiap-tiap semester. Kewajiban pembayaran UKT oleh mahasiswa tiap-tiap semester ini mengikat mahasiswa ITB dan harus dijalankan oleh tiap-tiap mahasiswa ITB, dan melalui postingan ini peraturan selanjutnya sekaligus menjawab postingan Sdr. Taufiq Pangestu, Wakil Mahasiswa pada Majelis Wali Amanat ITB yang dirilis melalui tempat sosial. Tulisan selanjutnya banyak mengutip obrolan personal melalui saluran telepon, antara yang perihal bersama dengan Rektor ITB, dan disayangkan dibuat tanpa izin (consent) berasal dari Rektor ITB.

Bagi calon mahasiswa program sarjana di ITB, di sajikan berbagai jalur seleksi penerimaan, di antaranya: Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), Seleksi Mandiri (SM), dan International Undergraduate Program (IUP). Mahasiswa ITB yang diterima melalui jalur SNBP dan SNBT terbagi didalam 5 (lima) kategori pembayaran UKT, berasal dari UKT 1 (Rp 0) hingga UKT 5 (tertinggi). Mahasiswa yang diterima melalui jalur SM-ITB bertanggung jawab untuk membiayai pendidikan program sarjananya di ITB secara penuh. ITB tidak memberi tambahan subsidi ongkos pendidikan bagi mahasiswa yang diterima melalui jalur IUP dan SM-ITB, terkecuali bagi mahasiswa SM-ITB pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang berasal berasal dari SMA/MA di wilayah 3T. Untuk kategori ini, ITB melepaskan ongkos pendidikannya di ITB.

Komitmen lainnya yang di sajikan ITB untuk mendukung ongkos Pendidikan mahasiswa adalah bersama dengan sedia kan program beasiswa yang dikelola oleh Direktorat Kemahasiswaan ITB (https://kemahasiswaan.itb.ac.id/beasiswa/). Beasiswa selanjutnya mempunyai beragam fungsi bagi mahasiswa yang berhak, di antaranya untuk ongkos hidup hingga pembayaran UKT. Beragam beasiswa selanjutnya selamanya dimutakhirkan dan dapat dibuka oleh semua mahasiswa ITB. Jumlah penerima beasiswa, nilai beasiswa, hingga mitra pemberi beasiswa konsisten mengalami peningkatan tiap-tiap tahunnya. Hal ini tandanya bahwa ITB secara betul-betul mengupayakan mendukung mahasiswa supaya dapat menuntaskan pendidikannya di ITB.

Menjelang Semester II Tahun 2023/2024, mahasiswa ITB dapat lakukan pengisian Formulir Rencana Studi (FRS) pada Sistem Informasi Akademik (SIX) sesudah memenuhi UKT Semester II 2023/2024 dan UKT semester sebelumnya. Untuk metode pembayaran, mahasiswa mempunyai banyak pilihan yang dilayani oleh beragam bank. Baik melalui fasilitas virtual akun maupun kartu kredit, dan juga dapat lakukan pembayaran melalui lembaga non bank khusus pendidikan, yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Khusus bagi mahasiswa yang mengalami kendala pembayaran UKT, ITB melalui Direktorat Kemahasiswaan ITB sedia kan prosedur pengajuan keringanan UKT dan Cicilan UKT pada tiap-tiap semester bagi mahasiswa. Pada semester II 2023/2024, bagi mahasiswa program S1 angkatan 2022, 2021, 2020, dan 2019, periode pengajuan keringanan UKT dibuka sejak 18 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024. Sementara itu, periode pengajuan cicilan UKT dibuka merasa tanggal 18 Desember 2023.

Agar publik meraih deskripsi yang utuh, ITB menyampaikan bahwa pada bulan Desember 2023, sebanyak 1.800 orang mahasiswa telah mengajukan keringanan UKT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.492 orang mahasiswa diberikan keleluasaan untuk mencicil Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP), 184 orang mahasiswa diberikan kebijakan penurunan besaran UKT untuk satu semester, dan 124 orang mahasiswa diberikan penurunan besaran UKT secara permanen hingga yang perihal lulus berasal dari ITB.

Khusus bagi mahasiswa ITB yang belum melunasi UKT atau Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) semester I 2023/2024, berkonsekuensi pada mahasiswa tidak dapat mengisi FRS semester II 2023/2024. Mahasiswa didalam kategori ini dapat mengajukan cuti akademik dan dibebaskan berasal dari tagihan BPP, dan juga tidak bakal merubah selagi tempuh studinya. Dalam perihal mahasiswa tidak mengajukan cuti akademik, status kemahasiswaannya pada PD Dikti bakal tercatat tidak aktif (tidak mempunyai Kartu Studi Mahasiswa) supaya masa belajar selamanya dihitung dan membayar 50% (lima puluh persen) BPP cocok ketentuan.

Seluruh mekanisme administrasi akademik dan keuangan yang diuraikan di atas telah diatur secara rinci melalui Peraturan Rektor ITB. Mahasiswa telah meraih sosialisasi dan dapat membuka peraturan selanjutnya tiap-tiap selagi untuk dipahami secara baik. Dalam perihal terdapat kekurangjelasan atas peraturan yang ada, mahasiswa dapat tiap-tiap selagi bertanya kepada pihak Fakultas/Sekolah dan/atau melalui Direktorat Kemahasiswaan ITB.

Paparan di atas tandanya bahwa di samping dituntut untuk selamanya patuh pada peraturan negara yang mensyaratkan untuk menjaga supaya mahasiswa dapat menunaikan kewajibannya membayar UKT secara penuh pada tiap-tiap semesternya, ITB pun selamanya berkomitmen sedia kan solusi bagi mahasiswa jalur SNBP dan SNBT untuk selamanya dapat melanjutkan pendidikannya di ITB kendati bersama dengan keterbatasan dan ada problem yang dihadapinya. Hal ini ditandai bersama dengan upaya-upaya pertolongan akses atas beasiswa dan mekanisme penurunan UKT di atas. Hanya saja penting bagi ITB untuk selamanya dapat lakukan sistem asesmen yang layak kepada mahasiswa supaya penyaluran bantuan-bantuan selanjutnya dapat diberikan secara adil, pas sasaran, dan mendidik.