Xi Jinping: Penyatuan Cina dan Taiwan Tren yang Tak Dapat Ditolak

Presiden Xi Jinping menegaskan, siapa pun sehingga tidak coba «memisahkan Taiwan berasal dari Cina dengan cara apa pun».

Pada simposium memperingati 130 tahun kelahiran rtp slot gacor mantan pemimpin Tiongkok Mao Zedong, yang terhadap tahun 1949 mengalahkan pemerintah Republik Cina dalam perang saudara sehingga pemimpn dan pengikutnya sesudah itu melarikan diri ke Taiwan, Xi mengatakan «penyatuan ulang tanah air secara menyeluruh adalah tren yang tidak sanggup ditolak» .

“Tanah air wajib dipersatukan kembali, dan berkenan tidak berkenan bakal dipersatukan kembali,” kata Xi yang dikutip Xinhua kepada para pejabat senior Partai Komunis, Selasa, 26 Desember 2023, atau lebih berasal dari dua minggu sebelum akan Taiwan pilih pemimpin baru.

Cina melihat Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya, kendati terkandung penolakan keras berasal dari pemerintah di Taipei, dan telah meningkatkan tekanan militer dan politik untuk meyakinkan klaim kedaulatannya.

Taiwan bakal mengadakan pemilihan presiden dan parlemen terhadap tanggal 13 Januari 2024 dan cara pulau berikut menangani hubungan dengan Cina merupakan poin utama perbincangan dalam kampanye.

Cina wajib memperdalam integrasi pada kedua belah pihak, mendorong pertumbuhan hubungan damai di Selat Taiwan, dan “dengan tegas menghindar siapa pun menengahi Taiwan berasal dari Tiongkok dengan cara apa pun”, katanya.

Laporan berikut tidak mengatakan pemakaian kekerasan terhadap Taiwan, kendati Tiongkok tidak pernah menyangkal barangkali tersebut. Pernyataan itu juga tidak mengatakan pemilu yang bakal datang.

Cina mengatakan pemilu Taiwan adalah urusan internal Cina, tetapi rakyat pulau itu dihadapkan terhadap pilihan pada perang atau perdamaian dan tiap-tiap usaha untuk memerdekakan Taiwan berarti perang.

Selama satu 1/2 tahun terakhir, Cina telah melancarkan dua latihan perang besar-besaran di kurang lebih Taiwan dan secara tertib mengirimkan kapal perang dan jet tempur ke Selat Taiwan.

Pemerintah Cina berulang kali mengecam calon presiden Taiwan berikutnya, Lai Ching-te berasal dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa, sebagai tokoh separatis yang beresiko dan menolak seruannya untuk melakukan perundingan.

Baik DPP maupun partai oposisi utama Taiwan, Kuomintang (KMT), yang secara tradisional menolong hubungan dekat dengan Cina tetapi menyangkal pro-Beijing, mengatakan hanya penduduk Taiwan yang sanggup pilih masa depan mereka.